Sabtu, 19 Mei 2012

Sahirudin, RPP Bahasa Indonesia Berkarakter

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan  : SMAN 2 Kendari
Mata Pelajaran   : Bahasa Indonesia
Kelas   : XI
Semester    : 1
Alokasi Waktu  : 4 × 40 menit

A. STANDAR KOMPETENSI :
 Membaca
 3. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring

B.  KOMPETENSI DASAR :
 3.2 Membacakan berita dengan intonasi, lafal, dan sikap membaca yang baik
C.  INDIKATOR :
1. Kognitif
a. Produk
   Menjelaskan konsep tentang kalimat tunggal.
b. Proses
Membaca naskah berita dengan lafal, intonasi, kejelasan ucapan, tatapan mata, dan sikap membaca yang benar serta mengidentifikasi kalimat tunggal.
2. Psikomotor
• Mengidentifikasi kalimat tunggal dalam naskah berita
• Membuat rangkuman isi naskah berita.
3. Afektif
 a. Karakter
• Kerja sama
• Akomodatif
• Tanggung jawab
• Apresiatif
b. Keterampilan sosial
• Bertanya dan memberi tanggapan dengan bahasa yang baik dan benar
• Menyumbang ide
• Menjadi pembaca dan pendengar yang apresiatif
• Membantu teman yang kesulitan

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Kognitif
a. Produk
1) Secara mandiri siswa dapat menjelaskan konsep tentang kalimat tunggal
2) Secara mandiri siswa dapat memberikan tanggapan kepada temannya yang membaca naskah berita

b. Proses
Siswa diberikan koran yang berisi berita, kemudian
1) Menemukan kalimat tunggal yang ada dalam naskah berita
2) Melakukan pembahasan mengenai kalimat tunggal dan pola kalimat

2. Psikomotor
• Memberi tanggapan pada teman membacakan berita
• Membacakan hasil rangkuman isi berita

3. Afektif
a. Karakter
Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam berperilaku seperti kerja sama¸ akomodatif, bertanggung jawab, dan apresiatif.
b. Keterampilan sosial
Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam keterampilan dalam menentukan kalimat tunggal dan rangkuman berita, memberi tanggapan dengan bahasa yang baik dan benar, menyumbang ide, menjadi pembaca dan pendengar berita yang apresiatif, dan membantu teman yang menemui kesulitan.

E. MATERI PEMBELAJARAN
Naskah berita
• Ciri-ciri naskah berita
• Lafal
• Tekanan
• Intonasi
• Jeda
• Rangkuman isi berita
• Kalimat tunggal
• Pola kalimat

F.  MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
 Model pembelajaran  : Demonstrasi
 Metode pembelajaran  : Penugasan, diskusi, unjuk kerja

G. MEDIA/ ALAT/ BAHAN
 Berita dari media cetak (koran)
H. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
No. KEGIATAN
A Kegiatan Awal (± 20 menit)
1. Mengecek kehadiran siswa sekaligus memberikan motivasi
2. Apresepsi dengan menggali pengalaman siswa tentang naskah berita dan kalimat tunggal yang pernah dipelajari
3. Menjelaskan kompeten dan indikator
4. Mengemukakan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
B Kegiatan Inti (± 120 menit)
5. Siswa duduk dalam kelompok-kelompok kecil/ mandiri yang terdiri atas per orang/ beberapa orang anggota
6. Setiap siswa/ kelompok bergantian membacakan naskah berita di depan kelas, siswa/ kelompok lain memberikan penilaian dan tanggapan dengan memperhatikan lafal, intonasi, kejelasan ucapan, tatapan mata, jeda, dan sikap membaca yang benar
7. Siswa menganalisis/ berdiskusi dalam kelompok untuk membahas mengenai kalimat tunggal dan pola kalimatnya serta menyimpulkan isi berita
8. Secara bergiliran siswa mempresentasikan hasil kerja mandiri/ kelompok di depan kelompok lain untuk ditanggapi dan didiskusikan
9. Siswa berdiskusi menyimpulkan isi berita dengan menyumbangkan prinsip saling menyumbang ide. Siswa juga menunjukkan sikap sebagai pendengar yang apresiatif ketika temannya menyumbangkan ide.
10. Siswa menjukkan apresiasi terhadap hasil unjuk kerja teman kelompok lain serta membantu teman sejawat yang mengalami kesulitan
C. Kegiatan Akhir (± 20 menit)
11. Siswa menyampaikan kesan dengan menggunakan bahasa yang baik terhadap pembelajaran yang baru berlangsung sebagai kegiatan refleksi
12. Guru memberikan penguatan penghargaan terhadap hasil belajar siswa
13. Guru memberikan tindak lanjut berupa tugas mandiri yaitu menyaksikan berita dalam media elektronik (televisi), menyebutkan stasiun televisi dan nama pembaca berita, waktunya kapan serta menanggapi sekaligus menyimpulkannya.

I. SUMBER PEMBALAJARAN
1. Buku Teks
2. Buku Referensi


J. PENILAIAN
No. Indikator Indikator Soal Teknik Bentuk Instrumen
1. Membacakan naskah berita dengan memperhatikan penggunaan lafal, intonasi, kejelasan ucapan, tatapan mata, dan sikap membaca yang benar Disajikan naskah drama Tugas individu dan kelompok Unjuk kerja  Setelah membaca berita, siswa diharapkan dapat menyimpulkan isi berita
2. Membahas pembacaan berita yang dilakukan teman Siswa berkelompok/ mandiri menanggapi hasil pembacaan berita teman/ kelompok lain  Lembar observasi Siswa diharapkan dapat memberikan tanggapan pada hasil bacaan temannya
3. Mengidentifikasi kalimat tunggal Menetukan kalimat tunggal yang ada dalam naskah berita  Tes tulis Dapat menentukan pola kalimat tunggal




BAHAN AJAR
Membaca Berita
Ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat  membacakan berita, yakni nada, tempo (kecepatan), jeda, intonasi, dan pelafalan kata yang jelas dan tepat. Unsur-unsur tersebut sangatlah penting dalam berbahasa lisan agar suasana lebih hidup dan komunikatif. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai unsur-unsur tersebut.
Nada adalah tekanan tinggi rendahnya pengucapan suatu kata. Kata yang bernada menandakan bahwa kata itu lebih penting daripada yang lainnya. Tempo adalah cepat atau lambatnya pengucapan suatu bagian dalam kalimat. Fungsinya hampir sama dengan tekanan nada, yakni untuk mementingkan suatu kata dalam bagian kalimat. Jeda adalah   penghentian sementara dalam kalimat untuk memperjelas arti. Intonasi adalah naik turunnya kalimat. Hampir sama dengan nada, intonasi fungsinya adalah sebagai pembentuk makna kalimat sebagaimana yang tampak antara kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah.
Jika pembacaan beritaitu dilakukan di hadapan banyak orang, Anda pun harus memerhatikan tatapan mata. Sebaiknya, tatapan muka ditujukan ke semua arah agar audiens yang mendengarkan merasa diperhatikan. Begitu pula dengan sikap dan penampilan haruslah dijaga dengan baik.
Untuk melatih  Anda, bacalah berita berikut dengan baik. Berikut penggunaan tanda jeda dan intonasi.
/ = jeda sebentar
// = jeda lama
– = intonasi datar
v = intonasi turun
v= intonasi naik

Lita Liviani, Pemusik Cilik dengan Potensi Besar
Para pemirsa Liputan Siang,
Orkes Simfoni Nasional Indonesia (OSNI) dalam pergelaran kali ini, secara khusus menampilkan keahlian generasi Lita musikus cilik bernama lengkap Lita Liviani Tandiono dengan empat kemahiran memainkan piano, biola, cello, dan lute.
Lita yang kini berusia 9 tahun sembilan bulan adalah pemusik yang sangat muda untuk kemampuannya itu. Dengan latar belakang gemblengan dari kedua orang tuanya, si bocah yang dibesarkan di Kota Pahlawan ini sesungguhnya bisa digali sejak awal, sejak usia kanak menjalani pengenalan atas instrumen sejak usia empat setengah tahun dengan dukungan orang yang berbeda.
Walau ibunya mengatakan bahwa dia lebih menguasai piano dan biola, Lita malah mengaku tak bisa memilih mana instrumen yang paling digemarinya. Malam itu, usai pergelaran di mana dia memainkan beberapa karya komponis dunia, Lita tergagap saat dikerumuni wartawan  mengumbar pertanyaan seputar penampilannya.
Jaya Suprana, Ketua Muri yang juga pianis, setelah menganugerahkan rekor bagi pianis cilik itu melontarkan pendapat tentang keahlian generasi Lita sebagai kebanggaan buat dunia musik, khususnya di Indonesia. Pada momen tersebut,  Jaya Suprana juga memberikan anugerah untuk konduktor Jap Tji Kien, sebagai orang pertama di Asia yang meraih gelar FRSM (Fellowship of Royal School of Music), London.
Menurut pendapat Koei Pin Yeo, pimpinan Sekolah Musik Jakarta dan music director OSNI, bakat sesungguhnya bisa digali sejak awal, sejak usia kanak. Lita telah memenuhi syarat itu, termasuk menguasai instrumen piano sejak usia empat tahun setengah, biola di sekitar usia enam tahun, cello pada usia delapan tahun, dan lute pada usia sembilan tahun.
Lita fasih menyenandungkan tiap lubang lute lewat jemarinya yang mungil serta napas bocahnya dalam nomor "Minuet in G Major" karya JS Bach, "Gavote" (GF Handel) dan "Hunter Chorus" (CM Von Weber). Lita mampu memainkan cello yang berukuran hampir seukuran tubuhnya.
Dengan menyandarkan ke tubuh, dia menggesek instrumen gesek itu. Tarikannya yang dibatasi tungkai tangan, tekanan jari mungil yang kadang menekan kurang penuh sehingga senar belum sempurna kejernihannya, namun kemampuan menempatkan jari sehingga menghasilkan nada tepat di tempo yang cepat pada dua komposisi,  "Sonata  in C Mayor – Allegro" karya JB Breval, tetap mengagumkan. Pada karya WA Mozart yang akrab di telinga publik ini, dia membawakan nomor "Concerto for Piano K.414 in A.  Major – Alegro" dengan kemampuan maksimal sejak awal komposisi dimainkan.
Kekuatan permainan instrumen Lita diperlihatkan ketika bocah ini memainkan biola. Keahlian pada seusia Lita dalam meraih prestasi rekor Muri sangat logis dan menakjubkan.
Koei Pi Yeo sebagai pimpinan OSNI yang juga pernah "menjembatani" kemunculan pemain lute termuda lainnya, Stephanie Jaya dalam menggondol MURI, berkomentar bahwa bakat memang penting, tetapi harus disertai disiplin. Tiap orang sebenarnya punya kepekaan. Untuk menggalinya, orang tua bisa melakukan dengan cara rajin mengajak si anak merekam berbagai (pertunjukan) orkestra untuk dibawa pulang ke rumah.
Demikianlah berita ini kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian pemirsa.
Sumber: http://www.trans7.co.id/





Kalimat Tunggal
Perhatikan contoh kalimat berikut.
Jaya Suprana, Ketua MURI yang juga pianis, setelah menganugerahkan rekor bagi pianis cilik itu melontarkan pendapat tentang keahlian generasi Lita sebagai kebanggaan buat dunia musik, khususnya di Indonesia. Kalimat yang panjang tersebut berasal dari kalimat tunggal berikut.
Jaya Suprana    melontarkan     pendapat
    Subjek             Predikat          Objek
Teks berita terdiri atas beberapa kalimat yang padu. Apakah kalimat itu? Dasar kalimat adalah adanya bagian (konstituen) dasar dan intonasi inal. Kontituen dasar itu biasanya berupa klausa. Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata berkonstruksi predikatif. Artinya, susunan tersebut dapat berfungsi sebagai predikat. Adapun yang lain berfungsi sebagai subjek, objek, dan keterangan. Berikut ini contoh klausa.
Adik mandi (Adik = subjek; mandi= predikat)
Jadi, kalau sebuah klausa diberi intonasi inal, akan terbentuklah sebuah kalimat. Intonasi inal itu terdiri atas intonasi deklaratif (tanda titik), intonasi interogatif (tanda tanya), dan intonasi seru (tanda seru).
Adapun kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. Hal ini berarti bahwa konstituen untuk setiap unsur kalimat, seperti subjek dan predikat hanyalah satu atau merupakan satu kesatuan. Dalam kalimat tunggal, tentu saja terdapat semua unsur wajib yang diperlukan. Selain itu, tidak mustahil ada pula unsur manasuka seperti keterangan tempat, waktu, dan alat. Dengan demikian, kalimat tunggal tidak selalu dalam wujud yang pendek, tetapi juga dapat panjang seperti pada contoh berikut.
1.   Tuti akan pulang.
2.   Kami siswa SMA Budi Asih.
3.   Mereka membentuk kelompok belajar.
4.   Guru Bahasa Indonesia kamu akan dikirim ke luar negeri.
5.   Pekerjaannya mengawasi semua siswa di sini.




LKS
1. Bacakanlah isi berita tersebut di depan kelas dengan memperhatikan aspek intonasi, lafal, dan sikap!
2. Sebelum memulai pembacaan berita, lakukanlah latihan terlebih dahulu!
3. Pada saat teman Anda membacakan berita, berilah tanggapan dengan mengisi tabel penilaian berikut!
Nama Aspek   Penilaian
 Lafal  Tempo Nada Intonasi Sikap
  


Keterangan:
Skor penilaian antara 6 s.d. 10
4. Cari dan tentukanlah beberapa kalimat tunggal yang ada dalam setiap paragraf dalam teks berita tersebut.
LKS 2
1. Simaklah beberapa pembacaan berita di televisi! Amati intonasi, lafal, dan cara membacanya!Anda akan menemukan berbagai cara pembacaan berita.
2. Coba Anda pelajari salah satu cara membaca berita itu  di televisi, yang menurut kelompok Anda merupakan cara membacaberita paling baik!
3. Salah satu anggota kelompok membaca berita di depan kelas!
4. Setiap kelompok saling menilai cara membaca berita dari kelompok lain.
5. Tuliskan teknik membaca berita yang baik menurut kelompok Anda!
LKS 3 = Afektif: Perilaku Berkarakter
PETUNJUK:
Pemberian nilai atas setiap perilaku berkarakter siswa menggunakan skala sebagai berikut:
A = Sangat Baik     B = Memuaskan
C = Menunjukkan Kemajuan    D = Memerlukan Perbaikan
FORMAT PENGAMATAN PERILAKU BERKARAKTER
No. Rincian Tugas Kinerja (RTK) Memerlukan Perbaikan (D) Menunjukkan Kemajuan (C) Memuaskan (B) Sangat Baik (A)
1. Kerja Sama 
2. Akomodatif 
3. Bertanggung Jawab 
4. Apresiatif 
 
Hari, Tanggal :
Mengetahui,
Ka. SMAN 2 Kendari

Yunus, S.Pd., M.Pd.
NIP Kendari, 20 Maret 2012
Guru Mata Pelajaran

Sahirudin
NIM A1D3 09109

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar